Sunday, December 27, 2009

To late for tears

Death knocked on the bedroom door..

“Who is there?” The sleeping one cried.

“I’m angel Izrael, let me inside”. At once, the man began to shiver as one sweating in deadly fever.

He shouted to his wife, “Don’t let the Angel take my life. Oh Angel of Death, I’m not ready yet My family,depend on me. Give me a chance to go back and mend”

The Angel knocked again..

“ Oh man, It’s your soul that I required, I come not with my own desire.”

Bewildered, the man began to cry. “Oh Angel, I’m so afraid to die, Let me remain here as your slave, Don’t send me to the grave.”

“Let me in, Oh man” the Angel said.

“Open the door, Get up from your bed. You can’t stop me from coming in, Angels can go through objects, thick and thin.”

The man held a gun in his right hand and ready to defy the Angel’s stand.

“I’ll my gun towards your head. If you dare to come in, I’ll shoot you dead.”

By now, the Angle was in the room, Saying, “Oh man,prepare for your doom, Foolish man – Angels never die. Put your gun and do not sigh. Why are you afraid? Tell me Oh man. To die according to Allah’s plan?”

“Oh Angel, I bow my head in shame, I had no time to remember Allah’s name. From dawn till dusk, I made my wealth, Not even caring for my spiritual health. Allah’s commands I never obeyed, Nor five times a day I ever prayed. A Ramadhan came and A Ramadhan went, But no time had I repent. The Hajj was already obligatory upon me, But I would not part with my money. All charities I did ignore taking usury more and more. Sometimes I sipped my favourite wine, With flirting women I sat to dine. Oh Angel I appeal to you, Spare my life for a year or two. The laws of The Qur’an, I will obey, I’ll began Salat- this very day. My fast and Hajj I will complete, And keep away from self-conceit. I will refrain from usury, And give all my wealth to charity. Wine and unlawful women, I will detest, Allah’s oneness I will attest.”

“We Angels do what Allah demands, We cannot go against His commands Death is ordained for everyone- father,mother,daughter and son. I’m afraid, this moment is your last, Now be reminded of your past. I do understand your fears But it is now too late for tears. You lived in this world, Two score or more, Your parents you did not obey, Hungry beggars, you turned away. Your two ill-mannered, female offspring In nightclubs, for livehood they sing. Instead of making more Muslims, You made your children non-Muslims. You ignored the Azan (call to prayer) Nor did you recite The Holy Qur’an. Breaking promises all your life, Backbiting friends and causing strife. From hoarded goods, Great profits you made, And your poor workers- You underpaid. Horses and cards were your leisure, Money-making was your pleasure You ate and ate, And grew more fat, With the very sick, you never sat. A little donation, you never gave That could a little baby save. You thought you’re clever and strong, But Oh man, You’ve done so many wrong. Paradise for you? I cannot tell The disbeliever will dwell in hell. There is no time for you to repent, I’ll take your soul for which I am sent.”

Saturday, December 26, 2009

~Improve Your Relationship With AL-QURAN~

“O my Lord, indeed my people have taken this Qur’an as a thing (abandoned)”.
[Surah 25: 30]

Are you one of those people who rarely touch the Qur’an? Or do you read daily, but don’t find it is having the impact on you that it should? Whatever the case may be, these are some simple tips that can help you connect with the Qur’an.

There are 7 ways to improve our relationship with AL-QURAN :

1. Before you touch it, check your heart.
The key to really benefiting from the Qur’an is to check your heart first, before you even touch Allah’s Book. Ask yourself, honestly, why you are reading it. Is it to just get some information and to let it drift away from you later? Remember that the Prophet Muhammad (peace be upon him) was described by his wife as a “walking Qur’an”: in other words, he didn’t just read and recite the Qur’an, he lived it.

2. Do your Wudu' (ablution).
Doing your Wudu is good physical and mental preparation to remind you that you’re not reading just another book. You are about to interact with God, so being clean should be a priority when communicating with Him.

3. Read at least 5 minutes everyday.
Too often, we think we should read Qur’an for at least one whole hour. If you aren’t in the habit of reading regularly, this is too much. Start off with just five minutes daily. If you took care of step one, Insha Allah (God willing), you will notice that those 5 minutes will become 10, then half an hour, then an hour, and maybe even more!

4. Make sure you understand what you’ve read.
5 minutes of reading the Qur’an in Arabic is good, but you need to understand what you’re reading. Make sure you have a good translation of the Qur’an in the language you understand best. Always try to read the translation of what you’ve read that day.

5. Remember, the Qur’an is more interactive than a CD.
In an age of “interactive” CD-Roms and computer programs, a number of people think books are passive and boring. But the Qur’an is not like that. Remember that when you read the Qur’an, you are interacting with Allah. He is talking to you, so pay attention.

6. Don’t just read; listen too.
There are now many audio cassettes and CDs of the Qur’an, a number of them with translations as well. This is great to put on your walkman or your car’s CD or stereo as you drive to and from work. Use this in addition to your daily Qur’an reading, not as a replacement for it.

7. Make Dua (supplication).
Ask Allah to guide you when you read the Qur’an. Your aim is to sincerely, for the love of Allah, interact with Him by reading, understanding and applying His blessed words. Making Dua to Allah for help and guidance will be your best tool for doing this.

~yang mana satu??~

sejak akhir2 nie bnyk program yg perlu kte laksanakn.
dgn asingment kte yg xb'gerak langsung..

yang mane satu persatuan yg kte harus didahulukan??
kte ade 4 persatuan yg kte masuk.
  1. sahabat al-quran (saq)
  2. comitte smart group (csg)
  3. pembimbing rakan sebaya (prs)
  4. ilmu
ntah mengapa. yg dlu nya kte sgt2 ske csg, kni smakin pudar.
minta terhadap saq pula bertambah. prs dan ilmu masih di
peringkat awal. jd 2 persatuan ini masih dlm memupuk minat.
antara csg dan saq. 2 persatuan ini mempunyai misi yg lebih kurang same.
mungkin buat mase ini. 2 persatuan ini adalah tempat utk mempelajari ilmu
di samping membantu org lain..

mungkin kte mampu mengalas amanah ini kepada 2 persatuan ini..
mungkin, tidak siapa tahu akan kemampuan kita.

mungkin betul apa yg exco latihan dan kepimpinan cakap
kte ada sifat pemimpin (semua org ada sifat itu)

akan kte cari lagi sifat2 pemimpin dalam diri kte...

Tuesday, December 15, 2009

Hadiah Dari Tuhan

HADIAH adalah sesuatu yang menjanjikan kemanisan dan keseronokan. Tambahan pula jika ia datang dari orang yang kita sayang. Ia akan menjadi lebih bermakna jika kita tidak pernah memilikinya dan sangat mendambakan hadiah itu. Tapi, jika hadiah yang kite peroleh itu ialah sesuatu yang kita pernah atau telah miliki tentu sahaja kita tidak akan menghargainya, atau jika kita menghargainya sekali pun mungkin tidak akan lama.

Kemanisan mendapat sesuatu yang memang kita dambakan ialah suatu kemanisan yang akan menjanjikan satu rasa kebahagian dan keseronokan yang tidak mungkin dapat digambarkan. Dan jika hadiah itu rosak atau hilang, kita akan merasakan satu kehilangan yang teramat sangat.

Islam yang terpahat di dalam dada kita merupakan hadiah yang paling berharga dan sangat di dambakan oleh sesiapa sahaja walaupun mungkin kita dan ramai lagi di luar sana tidak menyedarinya.

Bagi kita yang sudah dilahirkan sebagai muslim, mungkin ada yang tidak memahami betapa manisnya mengecap nikmat Islam, tapi bagi mereka yang bukan Muslim dan kemudiannya mendapat hidayah untuk memeluk Islam, nikmat Islam itu seumpama setitis air yang sangat didambakan setelah lama kehausan, sebagai seberkas cahaya telah lama kegelapan.

Ya, kita faham Islam itu yang satu-satunya agama diredhai, tetapi berapa ramai muslim yang hanya pada namanya? Berapa ramai pula yang tidak memikul tugas dan menjadi seperti yang disyahadahkan? Berapa ramai pula saudara baru yang memiliki fahaman dan pengetahuan mengenai Islam lebih baik dari kita?

Ini kerana mereka faham dan tahu betapa manisnya hadiah dari TUHAN, betapa manisnya menjadi manusia yang terpilih untuk mendapat rahmah dan hidayah-Nya. Jadi mereka menjaga hadiah itu lebih baik dan ingin pula dikongsi kemanisan itu dengan mereka yang sudah dan belum pernah atau dapat merasakan kemanisanyang mereka rasai.

Manusia itu pelupa sifatnya. Jadi, jika mereka sudah mendapat atau diberi sesuatu itu sejak lahir lagi, mungkin mereka tidak faham nikmat hadiah itu. Jadi, tinggallah mereka terus menjadi orang-orang yang pelupa.

Janganlah kita menjadi orang yang pelupa, kerana sekali kita terlupa dan biasakan diri untuk terus lupa, takut-takut kita akan terus tidak pernah ingat betapa indahnya dan manisnya 'hadiah' yang kita perolehnya dengan mudah berbanding mereka yang terpaksa membelinya dengan darah, keringat dan air mata.

~Impromptu Speech Evaluation~

satu lagi ujian telah ana lepasi dengan izin yang Maha Esa.
satu beban telah lepas di bahu ana.
masih banyak lagi ujian dan cabaran yang ana bakal lalui..
seperti speech yang ana cakap tadi tengahari...

"Hidup ini tidak bermakna dan manis tanpa cabaran. No problem no fun"

selepas evaluation itu.
ana berasa tidak puas hati dengan usaha yang ana lakukan semasa evaluation itu.
namun, masih ada lagi peluang yang ana diberi.
ada 2 lagi evaluation yang masih menunggu ana dihadapan...

ana akan lakukan dengan baik, b'sungguh2 dan yang pasti lebih fasih tutur kata ana
semasa evalution itu...

p/s : macam nak cakap lagi kt depan kali lagi dan t'rasa gian nk cakap kt depan..
he3... :D

Sunday, December 13, 2009

Sabar Sahabatku...

Lepas balik dr nur lembah pasung...
kte trus bukak email...
kte dpt offline messenges dr sahabatku... (Syeqarl)
'em... doakan semoga rohnya dicucuri rahmat'
adeh... pesal lak ngan dier nie...
kte pon tnye sahabat2 dier yg len...
yg len pon xtau...
then mntk lar no dier dr sahabat dier yg len (kte xde no dier)
kte tkot kot2 silap info..
kang xpasal2 ke penyepak..
sbb nie soal hidup dan mati org..
pas dtg no...
kte pon tpon dier...
then btol lar ape yg kte sangkakan...

Ayahandanya telah kembali ke Rahmatullah pada 11/12/2009 (Jumaat pagi)
Mari kita doakan agar roh Ayahandanya dicucuri rahmat dan ditempatkan bersama-sam roh-roh orang yang soleh... Ameen...

3D2N at Nur Lembah Pasung..

1st Day...
disebabkan khamis mlm ade meeting ngan SAQ ngan CSG..
kte tgh diangkut oleh family pada jumaat pagi pas subuh..
kte pergi ke umah pak cik di Setiawangsa sbb kne ikut dier...
kte xtau nk p kt port p'khemahan..
pukul 9 pagi..
kami semua pergi ke port kem..
satu van dan satu viva (2 family)..
lagi satu family dtg pas smbhyg jumaat..
kol 10 pagi...
kami smpai di port kem..
agak jauh kedalam hutan...
mak kte risau.. cz jauh sgt ke dalam hutan...
kte??? dgn hati yg b'kobar2 nk g kem... lagi dlm masuk ke hutan lg SYOK!!! he3..
tiba disana.. kami kluarkn sume brg2 yg nk dibawa ke tepi sungai...
smpai di tapak kem... pak cik kte.. mencari arah kiblat utk meletakkan khemah solat..
pastu buat khemah tok tmpt masak2... then bru pasang khemah tok tdo...
pas siap memasang sume jenis khemah..
kami sume terjun ke dalam sungai..
FUH! sejuk gler... manyak syok ma.... he3...
menjelang tghari...
kaum lelaki b'siap tok pergo solat jumaat..
kamu perempuan??
pon sme... nk tunai solat zuhur...
sesi petang lak...
ha..!!! mmg rezeki pacat kot...
pacat tue telah mendapat mangsanya yg pertama...
nk tau spe??
he3.. mangsa nya adalah mak kte... hu3...
mak kte releks jew... akak kte lebeh2... dier mmg xleh bwk masuk hutan... he3..
ptg kami meneruskan aktiviti ngan terjun ke dlm sg... (kte wat trjuan 1/2 summersoult) gilak lar... he3..
kol 5 kami naik tok siap2 smbhyg asar dan maghrib..
mase nk bg salam tok solat maghrib...
TIBE2!! generator lak problem...
abis gelap gelita kawasan tue...
naseb bek mase ptg2 tue wat unggun api... (kte jg unggun tue tkot2 t'padam)
bleh nmpk muke2 org2 kt ctu...
smbil2 tue kne tgk lar bdk2... tkot2 nnt ilang pulak lg2 kt hutan cni...
mlm tue kami serikan dgn membakar satay (handmade), ayam, udang ngan sotong...
kte tlng bakar udang ngan sotong (mknn yg paling laku..)
lepas mknn dan aktiviti yg palin d' nnti2kn...
TDO... mmg nyenyak lar... sejuk gler mlm tue...
tdo kami d'serikan dgn lolongan anjing2 liar.. hu3... mnyk syok!!!
p/s:mlm tue ingtkn nk stdy cmpf... tp silap bwk bku lar plak.. hu3...
so, kne balik ilmu....

2nd Day...
mase nk g amek air wuduk.. mak kte jatuh dlm sg..
dgn erti kata lain mak kte telah merasmikan terjun sungai pada hari itu...
lepas solat subuh... kte smbng tdo sbb sngt besh.. sejuk!!!
bngun kol 9 pagi... gosok gigi(gne air sungai) then trus sarapan...
pastu terjun ke dlm sungai lagi... smpai kol 12..
manyak sejuk!!! kol 2 smbng lagi mndi.. sampai kol 4...
mlm xde aktiviti cme borak2 kosong... dan..
ade tetamu melawat kami (anjing2 ngan ayam hutan)..

3rd Day(last day)....
bngun nk amek wuduk memang t'huyung-hayang..
mase nk amek... tkot jatuh dlm air... (sejuk sgt)...
pas solat subuh... kami terjun sungai walaupun sejuk gler...
naseb bek pak cik kte buat unggun api...
so, pas rendam dlm sungai trus g kt unggun tue sampai hangus bulu kaki.. he3...
mase tgh mandi tetiba ade trak askar dtg..
adeh kaco tol lar...
rupa2nya... dorg tgh wat latihan ketenteraan kt dlm tue...
mase nk balik... (pas siap smpn sume brg2) adek sedara kte...
jarinyer t'sepit lak kat pintu kete... darah lar gak...
hu3... tue lar experiance kte smalam tiga ari..

p/s: tidak dapat disertakan gambar atas sebab2 yg xdpt dielakkan...

Thursday, December 10, 2009

Forum Mencari Cinta Sempurna

Tarikh : 19 Disember 2009

Tempat : INSPEN, Bangi

Masa : 10.00 Pagi - 1.00 Tengahari

Ahli Panel :
  • Datin Zaleha Omar
  • Fadzli Yusof
  • Ustaz Syed Abdul Kadir Al Joofre
Moderator :
  • Nuur Zaffan Khalid
Istimewa !!!
  • Persembahan nasyid oleh Muadz
Ingin info lebih lanjut???

Sila tekan di sini !!!


Tuesday, December 8, 2009


mereka masih belum kenal lagi erti dunia,
mereka tidak tahu lagi apa makna dosa pahala,
tapi mengapa mereka yang dijemput oleh Allah dahulu?

fikirlah wahai sahabatku,
mereka amat beruntung kerana bersih dari segala dosa,
roh mereka insyaAllah akan tiba di syurga,
tetapi bagaimanakah kita?
Allah memberi banyak nikmat kepada kita,
tapi amat sedikit yang bersyukur kepadaNya...
ujian yang kita hadapi juga tidak seberapa,
tapi kita juga yang bnayak mengeluh...

pandanglah kehadapan wahai sahabatku,
meniti hari yang kian mendatang,
seandainya ajal kita tiba,
sebagaimana mereka,
apakah kita sudah sedia,
dengan amalan yang tidak seberapa...
malah dosa pula yang semakin terbina
apakah kita tidak perasan?
penghujung dunia hanya terdapat dua jalan,
jalan kenikmatan atau sengsaraan,
yang bersifat kekal abadi...
dunia ini hanya sementara,
apakah kita kurang akal untuk memilih dunia?

tanyalah pada diri sendiri...
usahlah tunggu di hari tua,
kerana kita tidak tahu bilakah ajal kita akan tiba...
jauhilah perkara yang mengundang dosa,
tingkatkanlah ketaqwaan kepadaNya,
perdalamilah ilmu perubatan dan ilmu agama,
bersamalah amar maaruf dan nahi mungkar,
jagalah batas pergaulan sesama kita,
binalah keimanan di dalam diri,
peliharalah aurat mahkota peribadi,
senantiasa bertaubat kepada Illahi,
amalkan qiamullail sunnah nabi,
bersedekahlah setiap hari,
hadirkanlah keikhlasan didalam hati,
demi cinta hakiki,
iaitu cinta Allah Ya Rabbi....


Friday, December 4, 2009


Rasulullah SAW bersabda: "Sesama muslim itu bersaudara. Oleh keranaitu jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim, nescaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutup kecelakaan seorang muslim Allah akan menutupi kecelakaannya pada hari kiamat."

(HR. Bukhari Dan Muslim)

Thursday, December 3, 2009

Nyawaku Dihujung Tanduk

isnin (30/11/09) ~dihadapan masjid Bangi~ 9.00 pm-10.00 pm

kerana sahabat sakit. kami 3 sahabat menemani sahabat yang sakit itu..
masalahnyer.. kereta itu di pandu oleh sahabat yg sakit kepala..
risau gak... actually mmg xnk kasi dier drive tp...
dh kete dier nk wat cmne... btol x??
lepas jumpa doktor dan makan...
kami bertolak pulang ke kampus..
masa nk kluar dr simpang..
kte berasa pelik..
nape sahabat yg bwk kete tue xamek side??
cepat plak pusing stereng..
tgk lar kt luar.. divider dekat gler ngan side kete..
lepas tgk divider hilang dr pandangan..
hati mula xsedap..
sesuatu bakal terjadi...
saat mahu memberitahu apa yg bakal berlaku...
kete kne divider tepi jalan..
tgk sahabat yg bwk kete tue...
statik jew...
tp nmpk dier mengucap bnyk...
pntu belah kiri xleh bukak langsung..
so, kte kne lar lompat ke belakang...
mase tue kte dok sblh seat driver..
kte x terkejut lar..
risau kte ngan sahabat yg bwk kete tue...
xlame kemudian hero3 malaya... ( ade 3 hero)
dtg menyelamatkan kami...
lama gak nk trun kan estima tue...
agak lama kemudian...
estima berjaya diturunkan...
atas usaha hero3 malaya dan pak cik yg lalu ditepi jalan...
xlame kemudian mak dan abah sahabat yg bwk kete pon sampai...
abah dier try bwk kete tue...
kot2 xleh gerak ke..
akhirnya kami balik ke kampus dgn dihantar oleh sahabat yg bwk kete ngan mak dier...

Rabu (2/12/09) ~traffic light alamanda~8.00pm

selepas belok kanan utk kluar simpang dr alamanda...
traffic light dihadapan b'warna merah...
akak kte amek lane belah kanan skali...
traffic light berwarna hijau..
dgn yakinnya..
akak memecut laju kereta..
then, kte nmpak..
divider dihadapan...
kte ckap "uih uih uih"
akak kte perasaan dan ingin trus belok ke kiri..
kete myvi oren..
honk kete kami...
dahlah myvi tue pon bwk laju...
akhir nya kete kami berhenti...
masa itu kte ckp ngan akak kte...
xnmpk ke kt dpea??
dier kate X...
kte ckp...
klu adk xtegur td mesti kete melayang atas divider..
klu belok pon kte gak kne... (dok sblh seat driver)
lagi trok..
mybe... patah kaki or tersepit kt pntu kete...

mase dlm perjalan balik ke kampus lepas hampir berlanggar..
kte t'pikir...
maut tidak mengira masa...
disaat kita ditetapkan utk 'pergi'
kte akan 'pergi'
selagi blum masa utk 'pergi'
kita tidak akan di 'ambil'...
kte juga tpkir..
mungkin Allah ingin memberi masa dan peringatan kepada kita..
kamu akan 'pergi' bila tiba masanya...
cuma kamu tidak tahu bila dan dimana ia akan berlaku..
dan ia sebgai peringatan kte agar selalu melakukan amar ma'ruf nahi mungkar..

Wednesday, December 2, 2009

Akhlak Orang Yang Soleh

"Sesungguhnya beliau adalah orang yang bersungguh-sungguh mempertahankan hukum-hukum Allah, menjaga dirinya dari mendekati orang-orang yang cinta dunia, banyak berdiam diri tapi akalnya sentiasa berfikir."

"Tidak banyak bercakap tetapi bila sahaja di tanya apa jua masalah pasti akan dapat menjawabnya. Terlalu menjaga diri dan agamanya dan tidak suka mengambil tahu keburukan orang lain, tidak akan menyebut nama seseorang melainkan untuk menceritakan kebaikan orang itu."

p/s: semoga kita menjaga akhlak kita walapun dimana kita berada...

Wednesday, November 25, 2009

Masih seperti selalu?

sering ku pinta dariMu..
kerap sekali ku bertandang ke rumahMu..
selalu ku mengetuk pintu-pintuMu..

dan tiap kali itu juga..
permintaan ku hanya satu.

semoga dipermudahkan untukku..
dan ia masih seperti selalu..
aku berjalan dalam kehidupanku..
aku berlari dalam duniaku..

dan ia masih seperti selalu..
dalam riang ku..
aku tersadung di lubang itu..
aku terjatuh kerna lopak itu..

dan ia masih seperti selalu..
aku menangis bukan padaMu..
aku merintih pada selainMu..
aku merayu ada yang menemankan ku..

dan ia masih seperti selalu..
aku akan tersedar salahku..
lalu aku berpaling kepadaMu..
semua itu setelah aku melupakanMu dahulu..
entah ke mana sifat malu ku..
namun aku hanya ada diriMu..

dan sekiranya ia seperti selalu..
aku akan meminta daripadaMu..
agar dipermudahkan urusanku..

namun hari-hari itu aku ingin biarkan berlalu..
hari itu aku tidak mahu seperti selalu..

maka kali ini pintaku..
agar dikuatkan imanku..

moga dengan iman itu..
aku tidak lagi tersadung di lubang itu..
aku tidak lagi terjatuh di lopak itu..
aku tidak lagi menangis bukan padaMu..
aku tidak lagi merintih pada selainMu..
aku tidak lagi merayu ditemankan oleh selainMu..


Hati Tiada Perasaan

setelah menempuh segala duka...
hati yang dulunya sakit...
tidak berperasaan...
mungkin hati telah penat untuk menerima segala kesakitan..
hati ini..
telah menetapkan untuk tidak menerima nasihat dari sesiapa...
kepada siapa yang harus ini hati dengar??


hati yang dulunya gembira pabila berada disisi nya..
tidak lagi berasa begitu..
hati ini telah membuang rasa sayang itu sejauh-jauhnya..
mungkin itu adalah yang terbaik bagi kami berdua..
untuk tidak berlaku lagi segala masalah...

hati ini yang dulunya banyak berceloteh..
kini tidak lagi..
kerana hati ini lebih merasakan bahawa..
kurang berceloteh akan membuatkan hati ini...
lebih tenteram..
namun hati ini akan berceloteh pabila perlu sahaja..

hati ini tidak akan bertanya apa-apa..
ia adalah perkara penting...

hati ini telah membuang jauh segala perasaan sayang...
hati ini tiada lagi perasaan itu..
senyumku, gelak tawaku..
palsu untuk menjaga hati orang di sekelilingku..
untuk tidak ada orang akan perasan akan berlaku masalah...
antara hati ini..

p/s: namun hati ini tidak mahu hal ini berlaku dengan lebih serius...

Monday, November 23, 2009

Keluahan Isteri Terhadap Suami

1. suamiku...bimbinglah keluargamu...
2. suamiku...janganler rileks aje...tolonglah sikit !!!
3. suamiku...jagalah matamu...
4. suamiku...jangan abaikan rumahtanggamu
5. suamiku...jangan balik kerja lambat sangat
6. suamiku...dengarlah rintihan hatiku....
7. suamiku...bertutur dengan lembutlah nganku...jangan main hentam kromo aje!!!
8. suamiku...setialah pada keluargamu....JANGAN CARI YANG LAIN!!!!
9. suamiku...bersabarlah dengan kerenah anak-anakmu !!!
10.suamiku...ciumlah pipiku @ dahiku sebelum pergi kerja
11.suamiku...makan dan minumlah hidangan dari air tanganku. Jangan jeling aje dan nak komen aje.
12.suamiku...pujilah diriku dan jangan bandingkan diriku dengan or ang lain

30 Luahan Perasaan Suami

1."isteriku, Iktitraflah kelakianku"
2."Isteriku, Jagalah Rumahku"
3."Isteriku, Janganlah Leteri aku"
4."Isteriku, Fahamilah Perasaanku"
5."Isteriku, Berbincanglah dengan ku"
6."Isteriku, Hiasilah Dirimu"
7."Isteriku, Berlemah Lembutlah terhadapku"
8."Isteriku, Hargailah pemberianku"
9."Isteriku, Janganlah Pilih Kasih Terhadap Anak-anak"
10."Isteriku, Jagalah Makan Minumku"
11."Isteriku, Jagalah pakaianku"
12."Isteriku, Didiklah Anak-Anakku"
13."Isteriku, Raikan Keluargaku"
14."Isteriku, Sembunyikanlah Kepintaran & Kelebihanmu"
15."Isteriku, Janganlah Membuang Masamu"
16."Isteriku, Janganlah Banyak Kerenah"
17."Isteriku, Patuhlah Kepadaku"
18."Isteriku, Janganlah Cemburu Buta"
19."Isteriku, Tunjukanlah sifat sabarmu"
20."Isteriku, Iktiraflah Kepimpinanku"
21." Isteriku, Bantulah Kejayaan ku."
22"Isteriku," Jadikan Anak2ku Insan Berakhlak mulia"
23."Isteriku, Permudahlan Penglibatan Sosial ku"
24."Isteriku, Janganlah Boros"
25."Isteriku, Hargailah Kejayaanku"
26"Isteriku, Galakkanlah Hobiku"
27."Isteriku, Suburkanlah Pembangunan Intelek ku"
28."Isteriku, Berjimat Cermatlah"
29."Isteriku, Berterus-terang dan Berkomunikasilah Denganku"
30."Isteriku, Janganlah Terlalu Mengawalku."

Friday, November 20, 2009

Jgn Bersedih Sahabat ku..

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah sentiasa bersama kita..” (Surah At-taubah, ayat 40) Kesedihan itu hanya akan memadamkan api motivasi, membunuh semangat dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat demam yang membuat tubuh menjadi lemas dan tak berdaya. Mengapa berlaku sedemikian? Kerana kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakkan. Rahsia untuk menghidari itu semua adalah dengan menanamkan prinsip bahawa kesedihan adalah sesuatu yang boleh ditangani, bukan sesuatu yang tidak boleh dikawal hingga kita harus menyerah kepadanya. Kesedihan juga sama sekali tidak mendatangkan manfaat bagi hati, bahkan ia merupakan sesuatu yang amat disenangi syaitan. Oleh itu, syaitan selalu berusaha agar seseorang hamba itu bersedih utk menghentikan setiap aktiviti dan niat baiknya.
Dapatkan lebih banyak gambar menarik di
sini.Bukan dicari-cariKesedihan itu bukanlah sesuatu yang dicari-cari dan bukan pula sesuatu yang kita semua harapkan, bahkan ia tidak mendatangkan sebarang manfaat. Oleh itu, Rasulullah s.a.w. sentiasa memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari kesedihan. Baginda selalu berdoa seperti berikut : “Allahumma inni auzubika minal hammi wal hazan..”; maksudnya: “ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kecemasan dan kesedihan..” Kesedihan boleh mengotori kehidupan dan juga merupakan suntikan beracun yang berbisa bagi jiwa yg membolehkan mengakibatkan kelesuan, keluhan, dan kebingungan. Kesedihan juga boleh membawa kepada kemurungan yg menggelapkan hati dan akan membuat keseluruhan keindahan menjadi layu. Dengan kesedihan, keadaan yang baik berubah menjadi buruk dan kehidupan yang menggembirakan menjadi mati kerana kesedihan pada akhirnya akan menumbuhkan sifat pesimis dan penyesalan. Namun begitu, pada tahap tertentu kesedihan memang tidak dapat dihindari dan ia pasti akan dilalui oleh seseorang. Oleh itu, disebutkan bahawa para ahli syurga ketika memasuki syurga akan berkata ; “..alhamdulillahhillazi azhab annal hazan..” ( Surah Fathir, ayat 34 ) “segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dukacita kami..” Ini menunjukkan bahawa mereka semua pernah mengalami kesedihan ketika hidup di dunia dulu. Kesedihan Mendatangkan PahalaBerbagai musibah lain juga turut menimpa mereka tanpa ada pilihan bagi mereka untuk menlak atau menerimanya. Apabila kesedihan itu datang, tidak ada kemampuan bagi jiwa untuk menghindarnya, maka kesedihan itu justeru akan mendatangkan pahala. Ini kerana kesedihan merupakan sebahagian daripada musibah atau cubaan. Oleh itu, ketika seorang hamba ditimpa kesedihan hendaklah ia sentiasa cuba melawannnya dengan doa dan cara-cara lain yang dapat mengusir kesedihan tersebut.

Lagu: Hakikat Bahagia. Sila klik button play untuk dengar.


Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya,
dan janganlah menganggap ia begitu teguh,
cukuplah sekadar keperluanmu,
apabila ia retak..
tentu sukar untuk kamu menampalnya..
semula.. akhirnya ia di buang..
sedangkan kamu tidak cuba untuk membaikinya,
mungkin ia masih boleh digunakan lagi..
begitu juga jika kamu memiliki seseorang,
terimalah seadanya,
janganlah kamu terlalu mengaguminya,
dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa...
anggaplah dia manusia biasa,
apabila sekali dia melakukan kesilapan,
bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya,
akhirnya kamu kecewa meninggalkannya,
sedangkan jika kamu memaafkannya,
boleh jadi hubungan kamu,
akan berterusan hingga ke akhirnya.


Temanku sekalian,
Sekian lama ku nanti saat ini,
Sabar dan redha menjadi pendampingku,
setiap kali hadir emosi itu,

ku berdoa agar kau fahami,
segala yang tersurat di hati ini,
Namun sering kali ku terbenam,
dalam kekalutan dan keresahan,
kerana sesungguhnya kau mengerti nanti,

Harapanku agar kau bahagia selalu,
doa dan tulus hati ini sentiasa menginginkan,
semangat jihad mu tetap abadi,

maafkan ku kerana tidak ada upaya,
untuk terus disisi mu,
Dalam mencari benih-benih Taqwa,
aku terpenjara dalam dunia ciptaanku sendiri,

Ketahuilah, aku masih setia disini,
Dan menunggu saat dan waktu,
untuk kita bersama tarbiyah dan fahami,
erti sebuah perjuangan yang menuju,
cinta haQiQi dan Abadi,

teruskan perjuangan,
jangan sesekali kau berhenti,
Istiqamahlah dan tegarlah,
menghadapi segala cabaran dalam hidup ini,

Saat yang ku pasti akan tiba jua,
walaupun kini tak seindah dulu,
tapi ku bersyukur,
kerana penghujungnya, impian dan mimpiku,
menjadi kenyataan dan ketahuilah,
keyakinanku tidak pernah berubah,

salam ukkhuwahfillah buatmu temanku,

Gerakan langkahmu bersama,
doa dan harapan tinggi agar terus,
berada di atas arena perjuangan suci ini,

"jadilah bunga yang terpelihara,
kerana mahligai syurag itulah tempatnya.."

Wednesday, November 18, 2009

Bisakah ku pohon agar lubang-lubang itu ditampal semula?..

yang menulis ini.. diri inilah yang pertama membaca penulisan ini.. menjadi tanggungjawab atas diri ini pertama sekali menghayati penulisan sendiri.. tegurlah sekiranya ditemui diri ini tidak menghayati penulisannya sendiri.. sungguh, apa gunanya jemaah sekiranya semuanya mendukung ideologi “aku tidak pedulisme”.. apa gunanya jemaah sekiranya semuanya bersifat “keakuan”.. yakni aku hanya aku, dan engkau adalah engkau.. jauh sekali kita dari ajaran islam sekiranya itu yang terjadi.. na’uzubillahi min zalik..

sekadar peringatan untuk diriku.. lisan ini.. boleh jadi senjata yang paling tajam.. tetapi lisan ini juga boleh jadi angin bayu yang lemah lembut membelai hati.. maka dengan itu berhati-hatilah dalam berbicara.. tidak semua orang punya hati yang keras yakni tidak begitu cepat terasa.. tidak juga semua punya hati yang lembut.. yakni senang sekali terasa akan kata-kata yang dilontarkan terhadapnya.. maka berhati-hatilah dalam berkata-kata..

teringat pada satu kisah.. seorang ayah yang hebat fiqh da’wahnya.. memberi tarbiyah kepada anaknya yang cepat marahnya.. yakni seorang pemuda yang pemarah.. walaupun hanya pada perkara yang kecil.. suatu hari.. ayahnya memberikan kepadanya tukul dan sekotak paku.. pelik anak muda ini.. terus ditanyakan kepada ayahnya dalam nada kehairanan.. “untuk apa tukul dan paku-paku ini, abah?”.. ayahnya menjawab.. “setiap kali kamu marah, pakukan tembok batu di depan rumah kita ini sebagai tempat kamu melepaskan kemarahanmu.”.. terjawab, tetapi masih hairan, namun tidak dipersoalkannya lagi, diikuti apa yang diminta oleh ayahnya..

pada hari pertama sahaja.. sudah 37 batang paku yang dipakukan pada tembok batu tersebut.. namun.. setelah bermingu-minggu.. paku-paku yang kelihatan ditukulkan setiap hari semakin berkurangan.. tiba-tiba terfikir dalam dirinya.. lebih mudah baginya mengawal marahnya dari menukul paku ke tembok batu di depan rumahnya.. maka dia terus dengan tarbiyah ayahnya.. sehinggalah tiba satu hari.. di mana tiada paku yang dipakukan pada hari itu.. pemuda tersebut berjaya mengawal marahnya, tidak sekali pun hari itu dia memarahi sesiapapun.. dia dengan gembiranya mendapatkan ayahnya.. lalu mengkhabarkan berita gembiranya itu..

apabila diberitahu kepada ayahnya.. ayahnya mengucapkan tahniah dan memberikan arahan baru.. kali ini.. pemuda itu disuruh agar mencabut paku yang telah ditukulkan pada tembok batu itu satu persatu.. yakni bagi setiap hari yang dilalui tanpa kemarahan, maka cabutlah satu paku pada tembok tersebut..

hari berganti hari.. minggu diganti dengan minggu.. siang malam silih berganti.. masa berlalu.. seperti mana yang ditetapkan Allah.. sehingga tibalah satu hari di mana pemuda itu berjaya mencabut keseluruhan paku yang telah dipakukan dulu.. dia dengan bangganya memberitahukan hal ini kepada ayahnya yang dihormati..

lantas ayahnya memimpin tangannya ke tembok tersebut.. lalu berkata.. “anakku, kamu telah melakukannya dengan sangat baik sekali, tahniah.. tetapi, lihatlah lubang-lubang pada tembok batu ini.. tembok ini tidak kelihatan sama lagi seperti sebelumnya.. bila kamu menyatakan sesuatu, atau melakukan sesuatu ketika marah, ia meninggalkan kesan.. ia meninggalkan parut dan luka.. sama seperti ini.. kamu boleh menikam seseorang dengan pisau dan membunuhnya.. tetapi ingatlah.. berapa banyak sekali pun kau memohon kemaafan dan menyesal atas perbuatanmu, namun lukanya tetap ada.. luka di hati adalah lebih pedih daripada luka fizikal.”..

sekadar renungan.. mungkin salah analoginya.. namun ada yang dapat diambil dari kisah ini.. kisah ini bukan rekaan sendiri.. diturun-turunkan mengikut generasi.. maka, selagi ia bukan kalamullah atau hadith nabi.. sesuatu itu berhak diambil atau ditinggalkan..

ingatlah.. sahabat adalah permata yang sukar dicari.. dia buatkan kita tertawa.. dia menggalakkan kejayaan kita.. dia jualah yang mendengar.. dia jualah yang berkongsi suka dan duka.. dia sentiasa membuka hatinya kepada kita.. berapa kali pun salah kita padanya.. dia terima seadanya.. kasih dan cintanya tidak pada rupa.. tidak pada harta.. tidak pada dunia yang kita ada.. tetapi pada aqidah yang sama.. dialah yang bersama dengan kita dalam perjuangan yang panjang jalannya.. jalan yang tiada ditabur bunga, dialah penemannya.. jangan yang sempit, bersama dialah terasa luasnya.. jalan yang murni dan tinggi ini, kita kongsi bersama dengannya.. semuanya.. kita tanggung bersama..

maaf atas kesalahan diri ini.. mohon agar lubang-lubang hati bisa ditampal kembali.. ditampal dengan kemurnian hakikat janji ilahi.. keluhuran budi perkerti nabi.. iaitu memaafkan dan melupakan itu satu akhlak yang mulia yang akan diberi ganjaran yang mulia.. setiap anak adam itu melakukan kesalahan.. sekiranya nabi yang mulia itu juga bersifat pemaaf terhadap sahabat-sahabatnya.. malahan Allah Yang Maha Agung juga amat suka memberi pengampunan.. siapalah kita untuk tidak cuba memaafkan kesalahan sahabat kita.. apa hebatnya kita untuk tidak memaafkan malah sombong bongkak mengatakan kita ini mulia?..

wAllahua’lam.. moga amalan selari dengan kata-kata.. amin..

Monday, November 16, 2009


Persaudaraan itu ialah hati-hati dan roh-roh dihubungkan dengan ikatan akidah. Akidah adalah hubungan yang paling ampuh dan berharga. Persaudaraan adalah saudara iman dan perpecahan adalah saudara kufur. Kekuatan yang pertama ialah kekuatan perpaduan. Perpaduan tidak akan wujud tanpa kasih sayang. Rasa kasih sayang yang paling rendah ialah berlapang dada (bersikap terbuka) dan paling tinggi ialah mengutamakan orang lain.

“Dan (ingatlah), sesiapa yang menjaga serta memelihara dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang-orang yang berjaya.”

(Surah al-Hasyr [59] : 9)

Saudara yang jujur akan merasakan saudara-saudaranya lebih utama dari dirinya sendiri kerana segala hidupnya bersama mereka. Sedangkan mereka, jika tidak bersamanya akan bersama dengan orang lain. Serigala akan hanya menerkam kambing yang bersendirian. Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain umpama bangunan yang saling kuat memperkuat antara satu sama lain.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain.”

(Surah at-Taubah [9] : 71)

Inilah yang sepatutnya kita lakukan.

Wednesday, November 11, 2009

Beza Tamadun Islam Dengan Tamadun Lain

ana mendapat idea untuk menulis tentang hal ini
semasa ana pergi Daurah di Masjid UNITEN pada
sabtu dan ahad lepas.


Tamadun ini b'mula dari kawasan yang mempunyai sumber air.
Ini kerana air merupakan sumber penting dalam sesebuah tamadun.
Air perlu bagi kegunaan harian seperti tanaman, pertanian, dan hal-hal kebersihan diri.

Tamadun Islam

Tamadun ini bermula dengan cara yang tidak sama dengan tamadun lain.
Tamadun ini bermula dengan sinar cahaya Keimanan dan Ketaqwaan.
Tamadun islam ini bermula di kawasan kering dan tandus (Mekah).
Tamadun ini bermula pabila Rasullullah SAW mendapat wahyu yang pertama di
Gua Hira'.
dan selepas itu, kawasan yang dulunya tidak mempunyai apa-apa,
kini berkembang dengan pesat dan menjadi tumpuan umat islam pada hari ini
terutamanya semasa melakukan ibadah haji.

Itulah yang membezakan Tamadun Islam dan Tamadun Lain.
Betapa hebatnya Rasullullah SAW dalam menjadikan sesebuah tamadun itu
bukan dari kawasan yang mempunyai sumber air,
dari Keimanan dan Ketaqwaan Baginda dalam menyebarkan agama Allah.
Marilah kita sama-sama berselawat keatas Rasullullah SAW, ahli keluarganya dan sahabat-sahabat Baginda.

Friday, November 6, 2009

Yg Membuatku B'fikiran Dgn Lebih Luas

Duit RM1.00 di telapak tangan, saya genggam kemas. Untuk membeli minuman pun belum tentu lepas. Kebetulan malam itu saya sangat-sangat lapar. Lalu tanpa hala tuju yang jelas, saya singgah sebentar di sebuah surau berdekatan rumah sewa untuk menunaikan solat isyak.

Tahun itu 1998, ketika saya masih bujang. "Apalah yang boleh dibuat dengan duit ini...?" kata hati, sambil tangan terus memasukkan wang itu tadi ke tabung surau. Ya, lebih baik bersedekah dan belajarlah bersabar menahan sengsara.

Cuba-cubalah selami, orang yang tak punya harta, kata naluri kecil. Bayangkanlah perasaan bila menatap wajah si kecil yang sentiasa menanti kepulangan ayah bonda dengan buah tangan, aneka kuih, lauk pauk atau alas perut yang sebenarnya tidak pernah kunjung tiba dan hanya mimpi semata-mata.

Teringat sebuah rancangan televisyen, ketika wartawan menemubual seorang kanak-kanak lelaki berusia 10 tahun, daripada keluarga susah dan daif. "Jika ada duit, adik nak makan apa?" tanya wartawan wanita itu tentang hasrat dan cita-cita sikecil itu jika punya cukup belanja. "Roti canai..." jawab kanak-kanak ini tersekat-sekat dengan wajah yang menunduk malu.

Pilu rasanya, bayangkan makanan bernilai 70 sen ketika itu pun tidak mampu dibeli. Biarlah malam ini saya merasa pula.

Selesai solat, saya kembali ke rumah sewa, tempat tinggal bersama tujuh rakan yang lain, yang masing-masingnya tidak ada di rumah. Tidur untuk menahan lapar, saya pun melabuhkan tubuh di atas lantai ruang tamu, sambil cuba memejamkan mata. Tidur, jalan terbaik menahan lapar kata hati lagi.

Hati memujuk diri sambil sesekali berdoa, agar hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Moga ujian ini tidak berpanjangan dan penghapusan dosa dan kesalahan saya selama ini.

Tiba-tiba selang beberapa minit, pintu rumah diketuk bertubi-tubi. "Nah, kami teringat kat Azamin, saja beli nasi goreng lebih," kata jiran, sepasang suami isteri beranak dua kepada saya sambil menghulurkan bungkusan makanan itu.

Setelah rapat menutup pintu, air mata saya tumpah. Terharu yang amat. Rasa kerdilnya diri. Bagaimana Allah telah menyelamatkan saya malam itu...hanya kerana secebis doa dan sedekah yang secubit cuma. Benarlah kata orang dan ahli agama, bersedekahlah, nescaya dirimu diganjar Allah. Jika tidak di dunia, akhirat kelak, saham kita akan bercambah-cambah.

Itu kejadian pertama, lalu muncul pula kisah kedua, antara peristiwa aneh daripada pengalaman hidup saya yang cukup sulit, perit dan sakit. Keperitan dilalui sehingga pernah saya bekerja mencuci kereta, menjadi pelayan di kedai makan, mencuci kasut orang, mengutip hutang seperti 'Ah Long', menjadi pengawal keselamatan dan 'house-keeping' di resort dan aneka kerja untuk meneruskan kehidupan di ibukota.

Pernah dua hari, saya sekadar meneguk air sejuk semata-mata lantaran tiada wang untuk menjamu selera. Ada juga kalangan kawan-kawan yang menawarkan 'kerja', namun saya tolak kerana menjadi 'pusher' dan jual paket-paket ganja, jadi 'bouncer' di kelab malam dan upah 'menarik' kereta mewah adalah kerja-kerja yang mengundang padah.

Saya rela berlapar daripada menempah bahaya dan memalukan ayah bonda. Saya yakin, jika kita mengelak, Allah akan pasti membantu kita.

Seperti kisah, ketika saya bekerja di sebuah syarikat saham di Jalan Raja Chulan, Kuala Lumpur. Pendapatan saya dikira agak boleh tahan jika dicampur dengan kerja lebih masa sehingga subuh hari.

'Tak boleh sembahyang Jumaat!'

Saya bekerja di bahagian 'script processing' dan 'data entry'. Masa itu, masih wujud sijil-sijil saham jenis kepingan kertas yang perlu dikira satu persatu sehingga mencecah ribuan setiap hari.

Suatu hari, ketika saya pulang ke pejabat selepas mengerjakan solat Jumaat kira-kira jam 2.45 petang, seorang pegawai muda menengking saya dengan tidak semena-mena. "Kenapa baru balik? Pergi mana?" jerkahnya. "Sembahyang. Hari inikan Jumaat," saya jelaskan dengan santun.

"Sembahyang banyak lama ka? Kawan-kawan awak pun tak sembahyang, lain kali tak payah pergi sembahyang!" katanya tidak puas hati.

Ya, salah kawan-kawan saya juga yang sebilangannya jika hari Jumaat akan 'solat' di Pertama Kompleks, Bukit Bintang dan mana-mana tempat mereka lazim 'bersidai'.

"Apa?!! Tak payah sembahyang? Tak pa, sekarang juga saya berhenti!!!" kata saya melawan sambil meninggalkan pegawai itu terkebil-kebil sendiri. Kejadian itu disaksikan oleh ramai rakan-rakan saya, yang juga tidak sembahayang.

Pada saya, rezeki milik Allah, dan bekerja mestilah diredhai oleh-Nya. Alhamdullilah, saya menganggur hanya seminggu sahaja, apabila seorang "Remiser" mengambil saya berkerja sebagai "Asistant" di syarikat yang sama, dan saya berurusan dengan mamat pegawai ini dalam suasana yang berbeza - bukan di bawah telunjukknya lagi.

Kembali kepada kisah ajaib yang berlaku kepada saya. Tetapi, bagi Tuhan yang Maha Kuasa ianya, tidak mustahil boleh berlaku kepada sesiapa yang Dia mahu. Yang pasti, pintalah.

Suatu malam, saya sudah tenggelam punca. Maklumlah wang saya sudah habis. Bukan sebab berfoya-foya, membeli itu ini sesuka rasa tetapi gaji yang diterima cukup-cukup makan saja. Lebih parah, esok untuk ke tempat kerja, tambang bas pun tidak ada.

Untuk meminjam, saya sudah tidak sanggup menebalkan muka. Saya hamparkan sejadah, solat sunat dua rakaat. Inilah antara pesan yang ditinggalkan oleh ibu yang tercinta dan arwah guru saya. "Jika kau susah sangat, solatlah dua rakaat dan pintalah pada Allah apa yang dihajat," ingat mereka kepada saya.

Teresak-esak saya menangis. Tak tahu nak dikatakan apa lagi. Malu pada Tuhan yang amat. Ada kala saya tidak mensyukuri nikmat. Saya tidak tahu kemana lagi hendak dituju. Untuk bergantung kepada manusia, saya sudah tidak mampu. Aib dan cukup-cukup malu!

Bak kata seorang sahabat Nabi tentang kemiskinan yang dilaluinya... "Jikalau aku diam, aku akan lapar, jika aku bersuara untuk berhutang, aku menambahkan malu di muka." Ya, begitulah juga dengan saya.. hanya pada Allah saya berharap.

Seusai bermunajat, ambil sebuah Quran kecil milik saya untuk membasahkan lidah dengan surah-surah kalimah Allah buat menenang jiwa yang resah. Tatkala membuka helaian demi helaian Quran itu, tiba-tiba terselit sekeping wang RM50.00 di situ.

Berjurai air mata saya, lantaran kesyukuran kerana Allah membantu saya dengan cara yang tidak disangka-sangka...

Ini bukan kisah rekaan, malah saya percaya Allah juga pernah dan telah membantu manusia-manusia di luar sana hatta pembaca dengan jalan penyelesaian yang tidak diduga. Ada dengan cara fitrah manusia, ada dengan cara logik akal, ada yang lambat, ada yang cepat dan ada yang tidak dijangka-dijangka dan mustahil diterima waras manusia.. itulah Allah, yang amat menyayangi hamba-Nya.

Yakinilah bantuan Allah SWT, sangka baiklah dengan Allah SWT, nescaya Allah SWT bersama hamba-Nya yang bersangka baik dan taat pada-Nya.

Seperti sebuah hadis Qudsi ertinya: Allah menyebut: "Aku berada di atas sangkaan hamba-hambaKu."

Isteri menangis, anak tersenyum sehingga lena

Sekitar tahun 2002, Allah juga pernah 'menyelamatkan' saya pada suatu malam ketika benar-benar kesempitan wang. Malam itu, susu anak sulung saya habis. Berdebar jantung lantaran, hanya kepingan-kepingan syiling saja yang tinggal. Saya dan isteri juga, tidak menjamah walau secebis makanan.

Tiba saat yang cukup perit dan payah untuk dihadapi tatkala, si comel saya merapati ibunya, minta dibuatkan susu. Ketika itu isteri saya sudah tidak sanggup melihat keadaan itu. Saya dengan hati yang luluh, lantas mencapai botol susu lalu menuangkan air suam ke dalamnya.

Anak sulung saya, berkerut kehairanan kerana botol susu itu tidak berwarna, tetapi berkaca sama seperti air mata ayah dan ibunya. Namun tanpa banyak rengekkan, dia capai lalu menghisap botol tersebut.

Beberapa saat kemudian, dia berhenti lantas memandang saya... Bimbang benar jika dia menjerit dan menangis malam itu kerana tidak dapat meminum susu. Alangkah aibnya saya, jika jiran semua tahu letak duduknya keadaan saya, sehingga anak menjerit kelaparan.

Isteri saya juga panik, dan pucat kesi wajahnya menantikan reaksi si sulung seterusnya. Saya bersabar menunggu detik itu... Sambil memegang botol susu, anak sulung saya merenung wajah kami berdua seraya berkata : "Mmm...sedap.." Dan dia mengukirkan senyuman paling manis di wajahnya dan sudah cukup untuk 'mencarik-carikkan' nurani saya.

Aduhai, sebak terasa di dada. Isteri saya sudah tidak dapat menahan sedih, menangis semahu-mahunya. Si sulung kembali menyusu air suam sehinggalah terlena..

Sebenarnya, ujian-ujian yang Allah berikan ini sama ada kepada saya atau yang lain, adalah untuk menguatkan jiwa, iman dan keteguhan manusia menghadapi cabaran getir dan mengukuhkan lagi kebergantungan kepada-Nya.

Ketika menghadapinya terasa cukup sakit namun setelah berjaya melintasinya, ianya cukup nikmat. Pengalaman pahit umpama 'universiti terbaik' hidup kita selama ini. Dan setiap ujian yang diberikan, adalah sesuai dengan kemampuan seseorang.

Masalah-masalah saya, tidak diberikan dan berbeza kepada orang lain kerana khuatir mereka tidak dapat menanggungnya. Begitu juga masalah mereka, tidak diberikan kepada saya, khuatir saya hilang punca dan tidak upaya menahan bebannya.

Dan ujian Allah adalah berdasarkan kemampuan manusia seperti firmannya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannyaa33;" (Al-Baqarah: 286)

Begitulah Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasihani. Adakala hidup ini dilalui dengan pelbagai himpitan, masalah, ujian namun kita tidak keseorangan dalam menghadapinya. Allah itu kan ada, mendengar rintihan kita.

Jika anda rasa, anda susah betapa ramai lagi yang tak pernah kenal erti apa itu lampu, pendingin hawa atau makanan enak menjilat rasa. Atau sekadar menjamah pucuk-pucuk paku di belakang rumah atau sayur ulaman di kaki longkang.

Baju lusuh bertukar warna, menjadi teman di Hari Raya. Mereka lebih derita dan lara.

Jikalau anda rasa hebat, sebenarnya ramailah lagi, jauh lebih hebat daripada anda. Esok anda hebat, lusa mungkin anda merempat. Belum tahu, justeru pintalah pada yang Esa agar perjalanan hidup anda sentiasa direstu dan dilindungi selalu.

Terus- terang saya katakan, di sebalik cabaran, dugaan dan asakan yang mendatang, adakalanya saya juga 'frust' dan tewas. Kecewa umpama 'mati' sebelum mati. Api juang adakala naik menjulang namun lazimnya padam dan kecundang.

Di sebalik tulis-tulisan saya dan rintangan yang dihadapi, mahu sahaja saya berhenti daripada mencebis kata-kata namun surat-surat pembaca dan puluhan email yang saya terima, 'menghidupkan' saya semula.

Semua ini dengan hidayah dan kekuatan yang tuhan berikan. Kata seorang tua kepada saya, sebanyak mana orang menyukai kita, mungkin sebanyak itulah orang membenci kita. Justeru janganlah kita mendabik dada, kerana dunia ini pinjaman semata-mata.

Ada pembaca yang menceriakan saya, ada yang lebih susah hidupnya dan lebih hebat pengorbanannya malah tidak kurang juga yang menegur dan mengkritik saya. Sesungguhnya, pandangan, dan teguran pembaca dan cerita-cerita mereka, menyuntik semangat di dada yang adakalanya kecundang secara tiba-tiba.

Syukur kepada Allah, memberi kekuatan kepada saya dan terima kasih kepada pembaca, peminat dan pengkritik yang telah menyedarkan lena dan duka saya yang panjang...

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang yang sabar. (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "innalillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." (Al-Baqarah: 155-156).


Siapakah yang dikatakan sahabat? Adakah perlu dia kaya dan segak? Apakah perlu dia pandai mengambil hati? Mestikah dia tidak mementingkan diri sendiri? Atau.. Sahabat ialah orang yang sekepala dengan sahabatnya? Satu hala tuju dan matlamat yang selari?

Mestikah dia mengetahui kegemaran sahabatnya? Atau.. Adakah orang yang dapat gembira suka dan duka bersama? Membantu bila sahabatnya kesusahan? Atau.. Seorang sahabat ialah orang yang menjaga sahabatnya dari kemurkaan Allah? Dia menegur apabila sahabatnya lupa.. Pastinya dia orang yang menyayangi sahabatnya seperti menyayangi dirinya..

Kenapa mesti kita bersahabat???

1. Sebagai seorang manusia kita tidak dapat hidup bersendirian, kerana manusia dengan sifat kurniaan Allah itu saling perlu memerukan. Ibaratnya tidak ada diciptakan juga daripada golongan Adam sahaja tetapi diciptakan juga dari golongan Hawa. Kerana sudah menjadi fitrah manusia memerlukan teman..

2. Sahabat adalah cermin diri kita. Jka kita bersahabat dengan orang jahat,maka kita pasti dicerminkan sedemikian. Jika bersahabat dengan orang yang soleh, maka kita juga pasti dicerminkan sedemikian. Oleh yang demikian, pilihlah siapa sahabatmu..

3. Islam menganjurkan umatnya supaya memilih sahabat yang baik. Pilih sahabat yang baik seumpama jika kita berkawan dengan pelebur besi, maka kita pasti mendapat percikan api. Tapi jika berkawan dengan penjual haruman, maka kita pasti berbau harumannya.. Dan pohonlah kepada Allah supaya Allah mengurniakan kita sahabat yang boleh membawa kita untuk mendapat keredhaanNYA...

Mencari Teman Ke Syurga

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Teman yang baik adalah anugerah yang tidak ternilai daripada Allah. Teman yang baik penunjuk jalan, penguat langkah dan azam, pendamping yang akan selalu mengingatkan untuk bersungguh-sungguh berusaha membuat bekal negeri abadi. Manusia yang lemah seperti kita tentunya memerlukan teman, untuk berkongsi suka dan duka, untuk mengingatkan kala terleka, untuk menemani kala beramal ibadat agar lebih bersungguh-sungguh, demi bersama meraih syurgaNya. Seorang Nabi Allah, Nabi Musa AS pun memerlukan teman lantas baginda berdoa kepada Allah agar mengurniakan teman penguat langkah, teman ke syurga.

"Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, iaitu (Harun), saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepadaMu, dan banyak mengingatiMu, sesungguhnya Allah Maha Melihat Keadaan kami" (20:29-35)

Kisah Nabi Musa memohon teman dari Allah untuk membantu menguatkannya membuktikan betapa kita sebagai manusia sangat memerlukan teman untuk menemani dalam urusan hidup seharian dan juga untuk sama-sama beribadat kepada Allah. Bukankah seorang anak Adam itu akan lebih bersungguh-sungguh mengejar redhaNya dan meningkatkan segala amal apabila mempunyai teman yang seiring dan sejalan?

Saidina Umar mengatakan, "Tiada satu kebaikan pun yang dianugerahkan kepada seorang hamba sesudah Islam, selain saudaranya yang soleh. Apabila seseorang di antara kamu merasakan sentuhan kasih sayang dari saudaranya, maka hendaklah ia berpegang kepadanya" Malah, Saidina Umar meminta kita 'berpegang kepadanya', iaitu bermakna tidak melepaskan dan menghargai teman tersebut kerana kita sebenarnya dianugerahkan kebaikan yang sangat besar apabila dikurniakan teman yang soleh.

Namun, berusahakah kita untuk menjadi teman ke syurga kala mencari teman ke syurga? Jadikah kita sahabat yang baik yang sentiasa mengajak teman kita kepada kebaikan, yang sentiasa mengingatkan teman kita akan janji-janji Allah, yang menunjukkan kepada teman kita qudwah yang baik? MENJADI TEMAN KE SYURGA Menjadi teman ke syurga dan mencari teman ke syurga, segalanya hanya berlaku apabila asasnya didasari taqwa yang kuat. Taqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dengan ketaqwaan yang layak bagiNya.

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepadaNya" (3:102)

Ayat ini mengisyaratkan kepada kita untuk membiarkan hati kita berusaha keras mencapai taqwa menurut batas kemampuan yang ada pada dirinya. Setiap kali ia mendekat kepada Allah dengan ketaqwaan maka akan terbukalah hatinya untuk berusaha mencapai kedudukan yang lebih tinggi dari apa yang telah dicapainya, dan merindukan darjat yang ada di atas apa yang telah diraihnya lalu selalu memandang ke arah kedudukan yang lebih tinggi lagi.

Muhammad Ahmad Rasyid mengatakan "ketinggian itu hanya boleh diraih dengan kelelahan", memberitahu kepada kita bahawa kita perlu berusaha bersungguh-sungguh utk mendapat darjat ketinggian taqwa di sisi Allah. Apa kaitan taqwa dan teman ke syurga? Taqwa dalam diri sahaja yang akan mendorong seseorang mencari teman ke syurga, menemaninya dalam kehidupan siang harinya, mendampinginya dalam ibadah malamnya. Dan seseorang yang benar-benar meletakkan taqwanya kepada Allah sahaja akan bersungguh-sungguh (sehingga kelelahan tetapi) terus ingin meningkatkan darjatnya di sisi Allah dan dia benar-benar memerlukan teman untuk menguatkan urusan siang dan malamnya, sebagai hamba, dan khalifah. Ciri taqwa ini akan menjadikan dirinya sendiri adalah seorang teman ke syurga, lantas dia layak untuk mendapat teman ke syurga yang hanya didapati melalui anugerah dari Allah. Teman yang akan sentiasa mengingatkan, tatkala kelelahan, akan janji yang menjadi asas perhubungan ini, asasnya hanya kerana Allah, lantas itu kita menjadi "menjadi teman ke syurga".

Kita bertemu atas kesungguhan dan ikrar kita pada jalan Allah, dan perpisahan kita pun hanyalah kerana Allah juga kerana walau apapun matlamat kita hanya satu, meraih syurgaNya. "Didiklah diri kamu kepada cinta pada Allah, bermula pada diri kamu. Tingkatkan penghayatan diri kamu pada cinta pada Allah, berusaha membaiki dan meningkatkan diri kamu menjadi hamba Allah yang lebih taat, nescaya kamu akan menjadi teman ke syurga dan Allah akan mengurniakanmu teman ke syurga."

Marilah sejenak kita mengambil pengajaran dari Hadith Qudsi, dari Allah, Pencipta dan Pemilik kasih sayang dan cinta, yang menitipkan kasih sayang antara hati-hati, yang mengekalkan ikatan antaranya, yang memperteguhkan janji ikrar mereka untuk menjadi 'teman ke syurga', mencari redhaNya yang Esa, Pemberi Segalanya, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. "CintaKu mesti bagi orang-orang yang saling mencintai kerana Aku, CintaKu mesti bagi orang-orang yang saling bersilaturahim kerana Aku, CintaKu mesti mesti bagi orang yang saling menasihati kerana AKu, CintaKu mesti bagi orang-orang yang saling mengunjungi kerana Aku, CintaKu mesti bagi orang-orang yang saling memberi kerana Aku" (Hadith Qudsi) Lihatlah betapa Allah menjanjikan cintaNya yang Maha Agung kepada "teman ke syurga". Besarnya kemuliaan Allah janjikan kepada mereka yang mendasari perhubungan kerana sama-sama mahu mengejar redhaNya, menjadi teman ke syurga lantas dikurniakan teman ke syurga.

Ayuh, perbaiki diri !

*Artikel dipetik dari